Selasa, 07 Agustus 2012

Saya juga Punya Perasaan

Biarkan orang-orang seperti mereka tetap seperti mereka. Sebab tidak ada gunanya mematahkan kayu yang lapuk, membuang-buang energi saja. Sampai ingin menangis. Saya juga manuasi, punya perasaan, punya rasa sedih. Gembengan. Mengertilah sedikit saja.
Sekiranya prakata dari bibir itu menyakitkan, tolong tahan saja dalam rongga mulut.
Saya termasuk manusia yang gampang lupa. Lupa keadaan, lupa kalau hati terluka, lupa kalau banyak orang yang tak punya perasaan, lupa kalau saya di dunia tidak sendiri, banyak manusia. Bukan hanya ada yang baik saja, tapi juga ada yang busuk.
***
Di dunia ini, kita tidak hanya bertemu dengan orang yang baik saja, kadang Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang busuk, supaya kita lebih tahu makna dari hidup sebenarnya.
***
Mungkin trombosit yang ada dalam tubuhku cepat sekali bereproduki. Cepat membalut luka dihati. Cepat pula lupa akan orang-orang busuk yang pernah kujumpai.
Biarkanlah mereka tetap ada dan hidup di dunia ini ya Rabb. Bukan caci maki atau umpatan yang ingin kupanjatkan pada mereka. Cukup balas saja mereka  dengan karma-Mu yang tujuh ratus kali lebih menyakitkan dari apa yang kurasakan.
Hambah-Mu ini manusia biasa Rabb, punya perasaan. Ketika dipukul merasa sakit, dicaci terluka, ditusuk pun akan berdarah.
***